PENDIDIKAN RAMADHAN ATAU PENDIDIKAN DALAM BULAN RAMADHAN

Oleh Kand. Dr. Darul Aman, M. Pd
Sebuah budaya yang kita dapat di seluruh penjuru tanah air kita bahwa dalam bulan Ramadhan kebanyakan pendidikan diliburkan karena menghormati jalannya Ramadhan. Bulan Ramadhan sebagai salah bulan suci untuk umat islam yang beriman, Ramadhan adalah bulan pembakar dosa, munculnya malam seribu bulan, yang penuh berkah, magfirah, dan bulan ampunan bagi mukmin beriman.
Jadi bukan semua islam beriman karena masalah puasa adalah masalah peribadi yang merasakan, tak mungkin orang tahu apakah kita berpuasa atau tidak, orang lain tidak akan tahu kalau seseorang masuk dalam ruangan tertutup lalu makan minum, tapi hanya diri sendiri yang tahu dan Allah yang maha melihat.
Berdasarkan judul bahwa kita telah lama dididik oleh orang tua mengenani fadilah Ramadhan, mulai dari makan saur, berbuka puasa, dengan bermacam-macam ibadah wajib dan sunnatnya telah banyak diketahui.
Namun yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai pendidikan dalam bulan Ramadhan? Sebenarnya semakin banyak kegiatan yang baik dalam ramadhan maka semakin banyak pulalah pahala yang kita dapat dari Allah swt, kegiatan bakti sosial, mengaji, membaca buku, mengajar, dll tentu akan menambah semakin banyak saldo kebajikan yang akan dimunculkan dihadapan kita semua oleh Alla swt.
Lalu mengapa ada fenomena meliburkan sekolah dalam Ramadhan? padahal belum tentu perbuatan orang-orang yang libur itu baik, toh kalau hanya bermain domino, main catur, ngumpul di simpang jalan, taruhan dll yang tidak bermanfaat untuk menambah kebajikan dalam bulan puasa. Kan lebih baik bersekolah (tak perlu libur), bisa mengerjakan kegiatan sekolah di sekolah, belajar, membaca alqur’an, mengikuti ceramah agama di sekolah, lomba agam di sekolah, pidato agama di sekolah, dll dalam rangka menyiarkan agama dalam ramdhan. Dengan demikian, bagi siswa yang berpuasa akan menambah pahala ramadhan bagi dirinya sendiri. Bagi saya adalah mendukung kurikulum yang telah memberi isarat bahwa pendidikan dapat dilaksanakan dalam ramadhan. Toh tak pernah ada siswa, guru, tata usaha yang sakit di sekolah atau tempat tugas mengerjakan tugas karena puasa. Oleh karena itu, kepada siswa, guru, dan staf tata usaha bahwa pendidikan dalam bulan suci Ramadhan justru menambah dan memperkuat keimanan, menambah kekerabatan antar sesama kawan, silaturrahmi, dan saling menghormati antar umat beragama dalam ramadhan. Justru akan menjadi kotor/tidak berpahala/batal puasa kalau hanya bermain catur, domino, mengumpat di simpang jalan, di pos kamling, dan tempat-tempat tertentu, dan semuanya tidak bermanfaat bagi diri pribadi.
Maaf lahir bathin dan selamat berpuasa semoga berpahala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: